dindaku, putri cermin cina, cinta kita hanya fana, hanya sekelumit tatap mata ketika aku tiba di negerimu ketika ayahandamu, sutan mambang matahari, merestui kita ketika tuan muda selat ingin mengujiku dalam permainan gasing kegemaran kami aku tahu cinta kita akan sampai dinda, abadi cinta kita seperti putaran gasing yang bukan petaka, melainkan tanda ketika [...]
Filed under: Biography, Sastra | Ditandai: Puisi, Wayan Sunarta | 1 Komentar »
















