Puisi

Ketika tunas ini tumbuh
Serupa tubuh yang mengakar
Setiap nafas yang terhembus, adalah kata
Angan debar dan emosi bersatu dalam jubah berpautan
Tangan kita terikat
Lidah kita menyatu
Maka setiap kata terucap adalah sabda pandita ratu
Ah…diluar itu pasir, diluar itu debu
Hanya angin meniup saja, lalu terbang hilang tak ada
Tapi kita tetap menari, menari cuma kita yang tahu
Jiwa ini tandu, maka duduk saja
Maka akan kita bawa semua
Karena kita adalah satu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: