Kekonyolan diera informatika

15 Mei 2009

Tubuhku remuk redam menjalani kegiatan yang kujalani hari ini. Betapa tidak kerja masuk jam tujuh, pulang jam 4 sore. Dilanjutkan berangkat menuntut ilmu sampai jam 9.30, pulang menuntut ilmu langsung ke studio memuaskan hobi bermusik. Oya, si Mangil luntheng tugh. Katanya mau main di Dumpit, studio baru itu. Sampai disana jam 9.40 – 20 menit menuju waktu perjanjian sebenarnya-, aku dengan pd menunggu diluar sambil smsan. Sok sibuk, sambil sesekali mencuri pandang ke anak2 yang lagi main gitar diluar studio. Maklum dengan skill bermain yang pas2an, untuk menjadi pro harus memanfaatkan waktu sebaik2nya. Artinya belajar setiap waktu, dimana saja, dari siapa saja, dimanapun aku berada. Tapi yang kulakukan lebih pantas disebut “belajar di sembarang tempat”. Tidak apa2, setidaknya bukan “membuang sampah dismbarang tempat, yuuuk.

Yayaya, waktu berlalu seakan menipu. Aku melirik sekilas kepapan pembookingan, tertulis samar2 dua tulisan. Bukan karena aku rabun jauh kawan, tapi jarak papan itu memang cukup jauh. Dan perasaan aneh mulai merasukiku. Dua tulisan samar2 itu tak tampak seperti Nonton band, atau sak2e –nama yang kami gunakan untuk membooking-. Nama yang absurd memang, mencerminkan ketidak seriusan? Tidak juga. Menurutku apalah arti sebuah nama (sebenarnya itu menurut Kahlil Gibran, tapi karena sekarang lakonnya aku ya kutulis menutku, boleh ya?). Yang penting apa yang telah kita lakukan dengan nama itu. Lanjut, keanehan itu seakan menguat yang berevolusi menjadi perasaan tak nyaman, lalu berevolusi lagi menjadi curiga dan berakhir dengan perasaan “ada yang salah nih…..”. kuberanikan diri bertanya kepada mas2 penjaga studio:

Insurgent : “ mas, ada yang booking jam 10kah?”

Mas2         : “ Wah, ga ada tuh bos. Ini main dari jam 9 ampe jam 11 ntar”

Insurgent : “ Oooooooo, ya udah mas. Makasih”

Mas2         : (makasih buat apaan tu anak , sok sopan) Ya, sama2”

Kekonyolan memang sering terjadi di hidupku yang indah ini, dan ini hanya salah satunya. Sebelumnya sudah sering terjadi kekonyolan2 seperti ini. Kan kuceritakan lain kali kawan.

Tanpa pikir panjang, Seto yang lain dalam diriku (aku tulis Seto* bae ya!) menasehatkan untuk langsung menuju Mj studio. Karena memang Cuma dua studio ini yang pernah kami gunakan. Motor melesdat menyusuri jalanan yang gelap samar2. Kiri kanan kulihat pabrik, ini memang kawasan industri kawan. Yayaya, keputusanku sangatlah tepat. Setelah melaju kencang kurang lebih 5 menitanlah, aku sampai di Mj. Selang kira2 enam menit kemudian, Mangil n Wisnu monggleng pun hadir. Mangil langsung ku hardik:

Insurgent      : “Smprul koe dul, jerene nang Dumpit”

Mangil            : “hehehehe, apa iya?”

Insurgent      : “Nggleng, aku dilomboni Mangil. Jerene nang Dumpit, aku wis marani menganah je”
Monggleng   : “Hehehe, moso?”

Seto*              : “Ohhh, tak adakah yang pedulikanku?

Yasudahlah, tak usah dibahas lagi. Akhirnya kami masuk dan langsung kukalungkan tali gitar itu. Kali ini model konvensional. Emang ada, pokoknya yang sering dipakai di tipi2. Sebenarnya aku suka modelnya Gibson ato Ephiphone. Tapi untuk playability (opo kui!!) aku lebih klop ma Fender.

Yap trek pertama lagune Dian, gitaris. Pengin krungu? Ngesuk kapan2. lanjut trek kedua, lagu yang diciptakan Tito Sumarsono dan dipopulerkan oleh Crisye lalu diaransemen ulang ma Peterpan. Kisah Cintaku. Dua trek inilah yang rencananya akan kami mainkan dalam festival besok. Kalau kau menebak kami akan ikut festival, kalian benar kawan. Festival itu akan jadi panggung ketigaku, sekaligus tes mental karena dua minggu lagi aku akan presentasi.

Yayaya, puas kusalurakan hobi. Baru kusadar, letih tubuh ini. Pulang kekamar aku masih sempat menulis diary ini. Diiringi music favorit, The Super Insurgent Group of Intemperance Talent, Queen, J-rocks, ERK, dan satu komposisi klasik karya Tchaikovsky (koyone seh!). Aku termakan hasutan Andrea Hirata yang mencirikan orang2 cerdas sering mendengarkan komposisi klasik, “samar2, terdengar suara music klasik dari kamar mereka…..” . Jam terakhir kulihat menunjukan pukul 11.35, lalu……….

Gelap, sunyi, sepi, imajinasi, mimpi…………………………..

Akhirnya jam weker itupun berbunyilah, kriiiiiiiiiiiiiiiiggggggggg…………………….. 5.30 pagi. Seperti saran para motivator yang sering kudengar, “tips untuk bangun pagi. Saat anda membuka mata untuk pertama kalinya, berdirilah secepatnya dan tujulah kamar mandi” Saran yang manjur!!!!

Absen pagi-sholat subuh-  lalu kantuk menyerang lagi. Aku kalah, tubuh ini terlalu lelah.

3 Tanggapan

  1. senang bertemu dengan rekan blogger di jagat raya blogsphere yang postingnya bagus-bagus seperti ini,
    Saya Agus Suhanto, salam kenal…

  2. lam knl juga mas Agus, bru knl internet nih, mohon bimbingannya. 🙂

  3. […] otak kiri maka akan terjadi gangguan dalam hal fungsi berbicara, berbahasa dan matematika. Untuk mempertahankan kapasitas otak kiri Anda, cobalah untuk mempelajari bahasa baru atau melakukan permainan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: