Sudahkah Taj Mahal diselamatkan?

Taj Mahal dibangun dari marmer putih dan batuan mulia pada tahun 1600-an., telah berdiri ratusan tahun sebagai simbol universal tentang cinta. Mausoleum itu dibangun oleh Mogul penguasa India, ShahJahan, sebagai penghormatan untuk istri tercintanya, Mumtaz Mahal, setelah dia meninggal saat melahirkan.

Selama beberapa dekade terakhir permukaan marmer Taj Mahal mengalami korosi dan berubah warna karena polusi udara di Agra, sebuah kota industri yang pernah menjadi ibukota Mogul. Pada 1995 pemerintah India memulai program untuk mengontrol keluaran pabrik-pabrik di Agra sebagi upaya menyelamatkan Taj Mahal.

Ratusan pabrik di sekitar Taj Mahal dipindahkan atau ditutup dan dengan demikian menutup juga cerobong asap, tungku pembakaran, dan lubang angin yang melepaskan partikel sangat kotor keudara, membuat permukaan monumen yang semula berwarna putih mutiara menjadi kuning kusam. Upaya pemerintah itu mulai memperlihatkan hasil. Permukaan marmer Taj Mahal kembali bersih, keindahannya dikembalikan lagi untuk disaksikan ribuan pengunjung tiap harinya. Turis yang mengunjungi bangunan itu kini menggunakan bus yang digerakkan tenaga listrik atau memakai kereta kuda. Pemantauan kualitas udara serta upaya wilayah untuk mengurangi polusi tengah dilakukan.

Keindahan  bangunan yang digambarkan sebagai “tetes air mata di pipi waktu” oleh penerima Nobel asal India, Rabindranath Tagore, telah menjadikan bangunan ini sebagai ikon arsitektur. Pada 1983 ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa sebagai Situs Warisan Dunia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: