Suara dari Ciremai

Sosokmu menjulang tinggi, menggapai awan-awan yang berarak….

Meneduhi desa-desa di sekitar lerengmu yang subur, sebuah berkah di negeri katulistiwa….

Rimbamu lebat, diisi pohon-pohon berlumut yang tak kutahu namanya….

Sunyi, tenteram, saat kuinjakkan kaki di tanahmu yang lembab….

Hanya rengekan kumbang-kumbang diselingi kicauan burung-burung…

Tipikal hutan hujan tropis pada umumnya…

Disini kuberdiri, di atas awan yang menari-nari….

Terhampar luas anugerah Ilahi

Untuk negeri yang tak kunjung berdiri

Dipuncak ini, kutemuka3000 mdpaln sebuah ironi

Ciremai yang permai, rimbamu pernah menyesatkanku….

Memberiku pelajaran paling berharga dalam pendakian ini

Bahwa kesombongan sekecil apapun tak kan berarti disini…

Di hadapan maha karya Sang Kreator sejati…

Edelweiss,

Untukmukah ku berjalan sejauh ini?

Untukmukah ku mendaki setinggi ini?

Atau hanya kegelisahan hati mencari jawaban atas semua teka-teki?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: