Layar Sepijar

dia setabah jantung cahaya,

berlayar dari bunga ke luka.

Dia hanya mata Bangka,

terhunus

terus

ke tengah,

seolah memenuhi panggilan pembawa warta,

dan lambaian rahasia.

Sementara,

malam telah menarik segala satwa,

hingga sepi leluasa memilikinya,

seperti satu gigi yang tinggal

di mulut Gerhana.

A Muttaqin, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: