Lelaki Berkalung Tulang Duyung

Lelaki berkalung tulang duyung itu

Datang padamu membawa serpih-serpih mimpinya

Malam berjubah biru menyeret lelah langkahnya

Tiba di ambang pintumu

Kau menerimanya sebagai kekasih

Entah yang keberapa

 

Lelaki berkalung tulang duyung

Mencium keningmu

Merenungi harum rambutmu

Terbata kau berkata:

Aku lahir sebagai titisan peri sungai musi

Di kota kembang kau meradang

Tak satu pun lelaki mau mengakuiku

Mereka hanya ingin menggauliku

Menyerap panas tubuh

Dan mencecap asin keringatku

 

Lelaki berkalung tulang duyung

Tercenung di ranjang

Tubuhku hanya dermaga

Bagi lelaki yang letih setelah pelayaran jauh

Mereka hanya ingin singgah

Sejenak melepas lelah

Mungkin kau salah satunya

Lelaki berkalung tulang duyung

Menerawang ke jejaring matamu

Ada duka maha kelam

Terperangkap bertahun-tahun di situ

Aku hanya inginkan cinta

Namun tiada jua kau kutemui

Di tanah dewata pun tiada

Semua cinta telah lesap

Ke dalam air mata

Lelaki berkalung tulang duyung

Termangu, meraba ke arah kata

Yang menjalar dari bibirmu

Kita hanya dipertemukan sepi

Sepimu dan sepiku

Kita hanya kangen melengkapkan perjamuan

Dan hasrat purba yang meletup dalam jiwa

Tapi tak akan pernah ada

Kepastian, tiada jua kemungkinan

Lelaki berkalung tulang duyung

Meraba bibirmu yang gemetar

Menahan deras kata-kata berlumur duka

Aku ingin sembunyi di dalam gua paling gelap

Atau mengubur diri dalam tanah paling kelam

Hingga cahaya tak menyentuh mataku lagi

 

Lelaki berkalung tulang duyung

Terperengah

Kemudian diam

Tak mampu berkata-kata

Malam menelan

Kesepian mereka

 

Wayan Sunarta (11 Juli 2008)

Satu Tanggapan

  1. minta lirik the sight yg visible idea perfection dong!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: