Ciuman Cucut

Sebelum aku dikhianati,

berikan cintamu, yang rinai

seperti ciuman Yudas yang tak mengerti

kenapa laut tak pernah letih menepi

dan ikan-ikan tetap seamis birahi

biar seumur-umur ia mencuci diri.

Ciumlah,

selagi laut tertidur, dan cumi-cumi merebak ke

dasar mimpi, lalu

menghitami mahkota duri

yang kan aku kenakan,

sebelum tersalib di batu-batu karang.

Sementara kau terus berkibaran,

seperti sobekan kafan yang tak bosan-bosan

mengelabui isi lautan

 

A Muttaqin, 2008

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: