Mengelola air buangan rumah tangga

Air buangan atau limbah rumah tangga yang dihasilkan dari proses mencuci pakaian, mencuci sayuran, membersihkan rumah, atau mandi disebut limbah grey water. Berbeda dengan black water yang dibuang ke tempat khusus (septic tank), limbah grey water langsung dialirkan ke saluran di dalam rumah yang bermuara ke roil kota. Memang secara teori limbah ini tidak “berbahaya”. Namun, buruknya jaringan pembuangan limbah di negeri ini membuat grey water nyaris sama “beracun”-nya dengan black water. Selokan yang kotor dan tidak lancar, membuat limbah ini menjadi sarang berbiaknya bakteri jahat, seperti E-coli. Belum lagi pemandangan dan bau tidak sedap yang diakibatkannya.


Grey water sebenarnya berpotensi besar untuk dimanfaatkan kembali. Grey water “hanya” mengandung 10% kadar Nitrogen dibandingkan black water. Disamping itu, limbah jenis ini hanya sedikit -jika tidak dapat dibilang tidak- mengandung bakteri patogen yang merugikan. Sekitar 60% air buangan rumah tangga merupakan grey water. Bayangkan besarnya penghematan air yang didapat jika grey water ini dapat dimanfaatkan kembali.
Dalam memanfaatkan grey water, ada beberapa alternatif tindakan, seperti di bawah ini:
1. Langsung dimanfaatkan
Air bekas cucian beras, buah, sayur dapat dimanfaatkan untuk menyiram tanaman. Bahkan air bekas cucian daging dipercaya menambah subur tanaman. Limbah semacam ini dapat langsung digunakan karena tidak mengandung deterjen. Idealnya dibuatkan penampungan khusus untuk lilmbah ini, sehingga dapat dimanfaatkan kembali.
2. Diolah alat khusus
Untuk grey water lain yang mengandung sabun dan zat-zat lain, diperlukan sebuah alat khusus untuk mengolahnya. Alat ini tidak sederhana dan sulit untuk dibuat sendiri. Selayaknya Perusahaan Daerah Pengolahan Air Limbah (PDPAL) yang mengusahakan ketersediaan instalasi pengolahan grey water untuk rumah-rumah. Ketika grey water sudah diolah, airnya dapat dipakai untuk menyiram toilet.
3. Disaring tanaman
Beberapa jenis tanaman tertentu dapat “membersihkan” kandungan grey water. Limbah ini dialirkan ke sebuah bak tanam, kemudian unsur-unsur kimia yang ada pada grey water diserap oleh tanaman. Beberapa unsur, antara lain Nitrogen dan Fosfor, dibutuhkan tanaman untuk bertumbuh. Selanjutnya, yang tersisa adalah air limbah yang relatif “aman” untuk disalurkan ke selokan kota.
Sekecil apapun upaya kita, baik menyaring air buangan atau bahkan menggunakannya kembali, artinya kita membantu perbaikan lingkungan sekitar kita.
Semoga bermanfaat! 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: