A Tale of Three Communities: Harley-Davidson, Facebook and HTML

“So screw it, let’s ride.”

Maaf sebelumnya kalau kata-katanya sedikit ofensif. Tapi, tahukah Anda, siapakah yang mengatakan kalimat tadi?

Itulah slogan terbaru dari Harley-Davidson yang diluncurkan pada awal Mei 2008  lalu. Kalimatnya memang sedikit ofensif, namun hal ini justru cocok dengan citra pemberontak yang melekat pada perusahaan motor besar asal Milwaukee tersebut.

Slogan tersebut memang mengacu kepada situasi ekonomi Amerika yang kurang baik. Dengan slogan ini, Harley seolah ingin mengatakan, tak usah terlalu mempedulikan situasi ekonomi saat ini. Nikmatilah hidup dengan mengendarai Harley.

Harley memang sangat memperhatikan para pelanggannya. Harley mampu berempati terhadap apa yang dirasakan oleh pelanggannya.

Karena berhasil meraih pelanggan ini, tidak heran jika Harley bisa memiliki komunitas fanatik yang tergabung dalam Harley Owners Group(HOG).

HOG memang merupakan contoh klasik dari pembentukan komunitas offline yang sukses.

Sekarang, bagaimana dengan komunitas online?
Salah satu contoh sukses tentu saja adalah Facebook.

Situs social media yang genap berusia 6 tahun ini –Mark Zuckerberg meluncurkan Facebook dari kamar asramanya di Harvard University pada 4 Februari 2004- perkembangannya sangat luar biasa.

Saat ini saja jumlah anggota aktifnya sudah mencapai 110 juta orang! Padahal, pada Desember 2004, jumlah anggota aktifnya baru mencapai 1 juta orang.

Komunitas Harley-Davidson dan Facebok ini adalah contoh Social Connector. Social Connector berbasis komunitas inilah yang menjadi jenis connector  ketiga setelah Mobile Connector dan Experiential Conector yang sudah dijelaskan pada tulisan-tulisan sebelumnya.

Nah, selain Harley-Davidson yang bersifat pure offline dan Facebook yang pure online, masih ada satu lagi jenis Social Connector ini, yaitu yang merupakan hibrida antara online dan offline.

Salah satu contohnya adalah komunitas Honda Tiger Indonesia, atau yang online community-nya lebih dikenal sebagai Honda Tiger Mailing  List (HTML).

Komunitas ini dibentuk pertama kali pada 18 Oktober 2000, yaitu saat milis HTML tersebut dibuat. Berbeda dengan HOG tadi, komunitas ini dibentuk dari bawah, dari para pemilik dan penggemar motor Honda Tiger sendiri.

Berbagai komunitas di atas memang mampu memberikan pengaruh yang tidak kecil terhadap lanskap bisnis. Inilah yang menunjukkan peranan Connector -dalam hal ini Social Connector- dalam lanskap New Wave Marketing.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: