First Articel About Programing (chapter #2)

Artikel ini melanjutkan copas artikel kemarin, (nyang katenye first articel about programing?) monggoh dilanjut…….

smile dulu ya🙂

Dasar dari pemrograman pada Visual Basic adalah bahasa BASICA yang sempat popular di sekitar tahun 1990 an, dimana bahasa ini pada awalnya langsung built-in di dalam komputer PC IBM. Jika pernah bermain dengan Basica, Quick Basic, Turbo Basic maka belajar bahasa VB akan terasa mudah sekali. Sebaliknya bagi para pemula di dunia Visual Programming, jangan berkecil hati, karena bahasa BASICA / VB merupakan bahasa yang sangat gampang untuk di pelajari.

Type Variabel

Dibandingkan dengan type data yang terdapat pada bahasa basic, maka pada VB, type data yang disediakan lebih banyak, seperti type Currency, Decimal, Object, dan Variant. Variant merupakan type variabel yang istimewa, karena dapat berubah dari satu type ke type yang lain (fluktutif, changeable, :kali:), sesuai dengan evaluasi ekspresi oleh Visual Basic.

Ketepatan pemilihan type variabel akan sangat menentukan pemakaian resources oleh aplikasi yang dihasilkan (perfomance, size daripada hasil kompilasi aplikasi, dll) dan ini merupakan tugas seorang programmer untuk memilih type data yang sesuai untuk menghasilkan program yang efisien dan berperforma tinggi.

Type Data                   Ukuran                 Storage                      Jangkuan

Byte                                     1                                  byte                    0 s/d 255

Boolean                              2                                  byte                   True atau False

Integer                                2                                  byte                  -32,768 s/d 32767

Long                                     4                                  byte                  -2,147,483,648 s/d 2,147,483,647

Single                                   4                                  byte                  -3.402823E38 s/d -1.401298E-45 (-)

1.401298E-45 s/d 3.402823E38 (+)

Double                                 8                                  byte                 1.79769313486232E308 s/d

-4.94065645841247E-324

Currency                            8                                  byte                 -922,337,203,685,477.5808 s/d

922,337,203,685,477.5807

Decimal                              14                                byte                  +/-79,228,162,514,264,337,593,543,950,335

Date                                      8                                  byte                 1 Januari 100 s/d 31 Desember 9999

Object                                  4                                  byte                 Mengacu pada objek tertentu

String                                  10                                byte                 + panjang string 0 sampai lebih kurang 2 milyar

Variant(angka)                16                                byte                 Sembarang angka sampai jangkauan jenis Double

Variant(karakter)          22                                byte                 + panjang String Sama dengan jangkauan variabel String

Cara Menuliskan Komentar di Visual Basic

Pada saat membuat program di VB (ga cuma VB sih, tapi karena ini tutorial VB, ya pake VB lah :terpaksa:), dianjurkan untuk sering memberikan komentar kepada program yang dibuat. Seperti jika di C, kita mengenal tanda “//” untuk memberikan komentar kepada source code C, maka di VB kita bisa menggunakan tanda ” ‘ ” (KUTIP TUNGGAL NENG!!)  untuk menambahkan komentar kepada program yang sedang kita buat. Contoh : Print A ‘untuk memprint nilai dari A ke layar

Operator Aritmatika dan Logika di Visual Basic

Visual basic meyediakan operator aritmatika, komparasi dan logika, salah satu hal yang harus dipahami oleh programmer adalah tata urutan operasi dari masing-masing operator tersebut sehingga mampu membuat ekspresi yang akan menghasilkan nilai yang benar. Tabel berikut mencoba memberikan gambaran simbol-simbol operator yang akan kita gunakan dalam pemrograman di Visual Basic .

Contoh :

Jumlah = 5 – 2 * 3         ‘Akan menghasilkan -1

Jumlah = (5 – 2) * 3      ‘Akan menghasilkan 9

Aritmatika                                    Komparasi                              Logika

Pangkat (^)                                       Sama(=)                                             Not

Negatif (-)                                         Tidak sama(<>)                              And

Kali dan Bagi (*, /)                        Kurang dari (<)                               Or

Pembagian bulat (\)                    Lebih dari (>)                                   Xor

Sisa Bagi (Mod)                                (<=)                                                    Eqv

Tambah dan Kurang (+,-)            Lebih dari atau sama (>=)        Imp

Pengabungan String (&)                 Like

Deklarasi Variabel

Visual Basic memungkinkan kita untuk menggunakan variabel tanpa deklarasi.  Tetapi hal ini adalah kurang baik untuk program yang terstruktur dan menghindari kesalahan pengolahan yang diakibatkan oleh kesalahan dalam pengetikkan nama variabel. Agar setiap variabel yang digunakan harus dideklarasikan, dapat digunakan perintah :

Option Explicit

Cara pengdeklarasian variabel di VB adalah :

<keyword> NamaVariabel [As TypeVariabel]

Dimana keyword disini bisa berupa : DIM, GLOBAL, PUBLIC, PRIVATE dan STATIC. Untuk tutorial-tutorial perdana ini kita akan cukup mengenal keyword DIM, yang sebetulnya merupakan singkatan dari DIMENSION.

Contoh pengdeklarasian varibel di VB :

DIM myArray(10) as INTEGER

DIM Jumlah as LONG

DIM Gaji as CURRENCY

Penggunaan Struktur Kontrol

Mengenal Struktur Kontrol

Struktur kontrol di dalam bahasa pemrograman adalah perintah dengan bentuk

(struktur) tertentu yang digunakan untuk mengatur (mengontrol) jalannya program.

Visual Basic 6 mengenal dua jenis struktur kontrol, yaitu :

1. Struktur kontrol keputusan – digunakan untuk memutuskan kode program mana yang akan dikerjakan berdasarkan suatu kondisi.

1.1 Penggunaan If

If <pilihan> then

<pernyatan>

End if

Atau

If <pilihan> then

<pernyatan>

Elseif <pilihan> then

Else

<pernyataan>

End If

1.2 Penggunaan CASE

SELECT CASE <pilihan>

CASE <pilihan 1>

<blok kode program 1>

CASE <pilihan 2>

<blok kode program 2>

CASE <pilihan n>

<blok kode program n>

[CASE ELSE

<blok kode program x>]

END SELECT

2. Struktur kontrol pengulangan – digunakan untuk melakukan pengulangan kode program.

2.1 For…Next

FOR <pencacah> = <awal> TO <akhir> [STEP <langkah>]

<blok kode program>

NEXT <pencacah>

o <pencacah> adalah variabel (tipe: integer) yang digunakan untuk

menyimpan angka pengulangan.

o <awal> adalah nilai awal dari <pencacah>.

o <akhir> adalah nilai akhir dari <pencacah>.

o <langkah> adalah perubahan nilai <pencacah> setiap pengulangan.

Sifatnya optional (boleh ditulis ataupun tidak). Bila tidak ditulis maka

nilai <langkah> adalah 1.

2.2 Do…Loop

DO WHILE <kondisi>

<blok kode program>

LOOP

<blok kode program> akan diulang selama <kondisi> bernilai TRUE.

Pengulangan berhenti bila <kondisi> sudah bernilai FALSE.

Atau

DO UNTIL <kondisi>

<blok kode program>

LOOP

<blok kode program> akan diulang sampai <kondisi> bernilai TRUE.

Pengulangan berhenti bila <kondisi> sudah bernilai TRUE.

Penggunaan Array

Array merupakan sekumpulan nilai data yang “dikelompokkan” dalam sebuah variabel. Array digunakan bila ada beberapa nilai data yang tipe datanya sama dan akan mendapat perlakuan yang sama pula. Misalnya, ada 10 nilai data dengan tipe string dan akan diolah dengan cara yang sama, maka akan lebih mudah jika menggunakan sebuah array dibandingkan bila menggunakan 10 variabel yang berbeda. Setiap nilai data di dalam sebuah array disebut elemen array dan masing- masing dibedakan dengan nomer indeksnya.

Dim nama_array(jumlah_elemen – 1) As tipe_data

Contoh :

Dim NamaSiswa(99) As String

Array NamaSiswa akan mempunyai elemen sebanyak 100 dengan nomer indeks mulai dari 0 s/d 99. Selanjutnya untuk mengisi nilai data ke dalam array :

nama_array(no_indeks) = nilai_data

Catatan :

•   Agar nomer indeks array dimulai dari 1 (bukan 0), bisa menggunakan perintah Option Base 1 sebelum perintah Dim-nya, contoh :
Option Base 1
Dim NamaSiswa(100) As String

•   Atau bisa juga menggunakan kata To di dalam penentuan jumlah elemen array, contoh :

Dim NamaSiswa(1 To 100) As String

•   Untuk mengetahui berapa jumlah elemen di dalam sebuah array, bisa menggunakan perintah Ubound(nama_array), contoh :

Dim NamaSiswa(1 To 100) As String

Dim JmlElemen As Integer

JmlElemen = Ubound(NamaSiswa)          hasilnya = 100

•   Bila jumlah elemen array yang dibutuhkan tidak diketahui atau ingin bisa diubah-ubah, maka bagian jumlah_elemen pada perintah Dim tidak perlu diisi, contoh :

Dim NamaSiswa() As String

Teknik ini biasa disebut sebagai array dinamis, biasanya untuk mengisi data yang berkembang terus, dan belum bisa ditentukan di awal jumlah elemennya.

•   Untuk mengubah jumlah elemen array digunakan perintah Redim :

Redim [Preserve] nama_array(jumlah_elemen)

Contoh :

Redim NamaSiswa(1 To 150)           jumlah elemen array NamaSiswa menjadi

150 dengan nomer indeks dari 1 s/d 150.

Menangani Runtime Error

Untuk menangani runtime error, di dalam kode program dibuatkan bagian khusus untuk menangani error yang terjadi. Bagian khusus ini diberi tanda berupa <label>.  Agar setiap error yang terjadi dapat ditangani oleh bagian khusus ini, pada awal kode program ditulis perintah berikut ini:

1. On Error GoTo <label>

Contoh:

On Error Go To sala

<Code Program>

MsgBox “Error:” & Err.Description, vbInformation

2. Resume

Ada 3 bentuk perintah Resume, yaitu :

•    Resume – kembali ke kode program yang menimbulkan error.

Biasanya digunakan untuk retry (mencoba lagi).

•    Resume <label> – kembali ke bagian tertentu pada kode program yang diberi tanda <label>.

•    Resume Next – kembali ke kode program berikutnya (kode program setelah kode program yang menimbulkan error). Biasanya digunakan

untuk abort atau cancel (mengabaikan atau membatalkan).

Contoh:

On Error Resume Next

<Code Program>

End

Penggunaan Procedure

Procedure adalah blok kode program yang berisi perintah-perintah untuk mengerjakan tugas tertentu. Bila di dalam kode program yang kita buat ada perintah- perintah untuk melakukan tugas yang sama di beberapa tempat, maka akan lebih baik  perintah-perintah tersebut dibuat dalam sebuah procedure. Kemudian, procedure itu bisa di-‘panggil’ bila diperlukan. Pada VB6 ada 4 jenis procedure, yaitu :

•   Procedure Sub – procedure yang tidak mengembalikan nilai setelah ‘tugas’-nya selesai.

[Public | Private] Sub <nama_sub> ([<argumen>])

<isi procedure>

End Sub

•   Procedure Function – procedure yang mengembalikan nilai setelah ‘tugas’-nya selesai.

[Public | Private] Function <nama_function> ([<argumen>]) As

<tipe_data>

<isi procedure>

End Function

•   Procedure Event – procedure untuk suatu event pada sebuah object. Digunakan di dalam class module.

•   Procedure Property – procedure untuk mengubah (let) atau mengambil (get) nilai property pada sebuah object. Digunakan di dalam class dan module.

disambung ke sini ya 🙂

2 Tanggapan

  1. […] it’s the end of the Trilogy of First Articel About Programing, after this, and this. Good bye for […]

  2. thx bwt tutorialnya..
    sangat membantu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: