Sergey Brin, Pengetahuan dan Pencerahan

Sergey Brin, salah satu pendiri Google, yakin bahwa pengetahuan selalu merupakan hal baik-dan (karena itu) mestinya ada lebih banyak lagi pengetahuan yang bisa dibagi (The Economist, Enlightenment Man, 6-12/12)

Sebagai salh satu pendiri perusahan internet terbesar di dunia (Google), Sergey Brin adalah sosok yang besar pengaruhnya, selain sebagai salah satu orang terkaya amerika.

Belum lama ini muncul kisah tentang sosok kelahiran Moskwa 35 tahun silam yang ahli matematika ini. Tanggal 18 September 2008 ia meluncurkan blog pribadi di too.blogspot.com. Dalam posting pertama, Brin-seperti dilaporkan Michael Arrington di situs Techcrunch- tampak bercanda. Namun, dalma posting kedua, ia terdengar serius. Ia bicara tentang perusahan 23andMe (yang salah satu pendirinya adalah istrinya, Anne Wojsiski). Menurut perusahaan yang bergerak dalam riset DNA ini, ia punya mutasi gen yang terkait dengan penyakit perkinson (G2019S). Denga itu, Brin termasuk orang yang bisa terena parkinson.

Tetapi, laporan kali ini bukan untuk membahas kemungkinan Brin terkena parkinson, melainkan untuk mengupas sikap dan pandangannya tentang keterbukan informasi dan pengetahuan. Hal ini ia sampaikan dalam Konferensi Zeitgeist yang diselenggarakan Google. In ilah pertemuan eksklusif bagi kaum inteligensia. (Zeitgeist, dari Bahasa Jerman, zeit “‘waktu’ dan geist ‘semangat’. Secaram harfiah berarti “semangat zaman”, ungkapan ini menguraikan suasana keintelektualan, keberbudayaan, moral, etik, iklim politik suatu zaman.)

Di forum ini, mereka yang dikenal sebagai “pemimpin pikiran” (thought leaders) duni berkumpul selama dua hari untuk membicrakan upaya menemukan jalan keluar bagi problem dunia palilng berat dengan menerapkan nilai-nilai penalaran dan sains pencerahan yang didukung oleh Google.

Dalam kaitan penemuan 23andMe, salah seorang pertemuan Zeitgeist menanyakan, apakah mengetahui dirinya berpotensi terkena parkinson baik atau tidak bagi Brin. Dalam satu hal, orang mengatakan “tidak tahu itu merupakan berkah”. Bukankah setelah Brin tahu tentang gen perkinson, ia akan hidup dilanda kecemasan?

Mendapat pertanyaan itu, Brin pertama-tama menyampaikan, “Siapa yang cemas?” Toh yang ia sampaikan hanyalah statistik bahwa untuk orang seperti dirinya, peluang mendapat parkinson adalah 20% hingga 80%. Itu saja.

Selebihnya, dengn mengetahui adanya kans besar itu, ia justru lalu mengambil langkah agar bisa terhindar dari  penyakit tersebut. Ia, seperti dikutip The Economist di atas, menyebutkanbahwa olahraga membantu (mencegah parkinson).

Arti Pengetahuan

Dengan urianya tentang peluang terkena parkinson, baik di blog pribadinya maupun di Konferensi Zeitgeist, Sergey Brin ingin menegaskan bahwa pengetahuan itu baik dan selelu lebih baik dari ketidasktahuan.

Berbekal pandangan itu, Brin lalu mendanai dan mendorong dilakukanya riset terhadap mutasi gen yang juga disebut dengan nama LRRK2 dan juga terhadap penyakit parkinson.

Sebagai tokoh internetterkemuka, Brin lalu memperlakukan gen tadi sebgai penyakit (bug) pada kode personalnya, jadi tidak ada bedanya dengan bug di komputer yang setiap hari dibereskan oleh teknisi Google. Brin-selain melakukan upaya mendahului (pre-emptive)- juga mengembangkan semangat berbagi. Dengan menolong dirinya sendiri, ia lalu bisa mendorong orang l;ain.

Selain menjunjung pengetahuan, dalam sikap Brin juga terkandung pencerahan, hal yang tercermin dari visi yang kemudian juga dijadikan moto Google, yakni membuat semua informasi di dunia ini “bisa diakses dan dimanfaatkan secara universal”. Bersama dengan mittranya, pendiri Google lainya, Larry Page, kedu atokoh ini terus berupaya membawa semua informasi ke internet.

Daya Transformatif

Dalam hidup, kita juga pernah mendengar kalimat bijak yang menyebutkan, “berbeda dengan uang, ilmu yang dibagikan tidak akan habis, tapi malah bertambah”. Dengn caranya, Brin tampak meyakini makan penyebaran pengetahuan.

Kisah Google sendiri sebelum ini telah ditulis oleh David Vise dan Mark Mlaseed dalam buku The Google Story (2006).

Dari kesehatan, Google dan kedua pendirinya juga mencoba berbuat untuk kebajikan lain. Di China mereka sepakat untuk menyensor hasil pencarian melalui mesin pencarian Google. Mungkin itu untk menyenangkanpihak komunis, tetapi mereka berpandangan hal itu dilakukan dengan keyakinan bahwa diluar informasi yang disensor, warga China akan bisa mendapatkan informasi lebih banyak, dan itu akan membuat mereka lebih sejahtera.

Dalam Konferensi Zeitgeist, Brin mengumumkan, biarkan setioap orang menemukan genomnya masing-masing, lalu nyamanlah untuk berbagi kode yang diperoleh tadi agar pihak lain-pasien, dokter, dan peneliti- bekerja memecahkan sandi dan menemukan biang kerok (bug).

Semagnat zaman yang diusung Brin bercorak keterbukan informasi, yang diharapkan bisa memacu terbentuknya masyarakat berba sis pengetahuan. Untuk tujuasn pragmatis, hal itu dimaksudkna agar masyarakat tersebut lebih berdaya saing. Namun Brin tak menyinggung soal ini.The Economist juga mengaitkan Zeitgesit ala Brin lebih dalma konteks pencerahan.

3 Tanggapan

  1. […] Melepas kekhawatiran Kebahagiaan sebenarnya cukup sederhana. Melatih tersenyum, bukan secara mekanis memasang ekspresi pada wajah Anda, tetapi berusaha keras […]

  2. […] tahapan penting karena anak sudah mampu menerima keterampilan dan pengajaran sebagai dasar pengetahuan dan proses […]

  3. […] masih asing bagi Anda. Herbal ini sebenarnya merupakan tumbuhan asli benua Amerika. Karena manfaatnya cukup besar, banyak perkebunan Echinacea dikembangkan dan di kelola sebagai terobosan penting dalam pengobatan […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: