Soe Hok Gie, the Last Embrace

‘Ada orang yang menghabiskan waktunya berziarah ke Mekkah,

Ada orang yang menghabiskan waktunya berjudi di wiraza,

Tapi aku ingin menghabiskan waktuku disisimu, sayang ku…

Bicara tentang anjing-anjing kita yang nakal dan lucu,

Atau tentang bunga-bunga yang manis di lembah Mandala Wangi

Ada serdadu-serdadu Amerika yang mati kena bom di Da Nang,

Ada bayi-bayi yang lapar di Biafra,

Tapi aku ingin mati disisimu manisku

Setelah kita bosan hidup dan terus bertanya-tanya,

Tentang tujuan hidup yang tak satu setan pun tahu,

Mari sini sayangku,

Kalian yang pernah mesra,

Yang pernah baik dan simpati padaku

Tegaklah ke langit luas atau awan yang mendung,

Kita tak pernah menanamkan apa-apa,

Kita takkan pernah kehilangan apa-apa



Nasib terbaik adalah tidak pernah dilahirkan,

Yang kedua dilahirkan tapi mati muda,

Dan yang tersial adalah berumur tua,

Berbahagialah mereka yang mati muda

Mahluk kecil,

Kembalilah dari tiada ke tiada,

Berbahagialah dalam ketiadaanmu..’

Iklan

7 tanggapan untuk “Soe Hok Gie, the Last Embrace

  1. Ping-balik: Milão

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.