Guru Yang Terbaik

Terjaga lagi.

Akhir-akhir ini aku merasakan hal yang aneh. Bukan perut mualku atau pusing kepalaku, tapi perasaan yang berhubungan dengan hati (beehh, lebahh…). Ada rasa bahagia, takut, kuatir, waswas, dan sejuta perasaan lain yang seolah bercampur, bersatu padu mengaduk-aduk perasaanku. Bahagia karena apa aku tak tahu pasti. Kuatir tentang apa aku juga ragu, yang jelas hatiku terganggu. Tersirat wajah ayu seorang dara, aku tak kenal dekat, tapi rasanya dia sudah melekat…… breeppp breeepp breepppppp..^$$%#^^&*^&^….

Ganti chanel.

Sori judulnya agak ga nyambung, hehehe. tadinya mau nulis tentang cinta, kaya alinea pertama itu, tapi setelah membaca sebuah note, sebenernya bukan note juga sih, (kayanya lirik lagu)(gimana sih, yang bener mana nih??)(lho kok jadi ente yang sewot!?!?) from an old friend, tiba-tiba terlintas tema yang lain. tema yang lebih essensial. Kehidupan. A life. Ehmmm, ehmmm…

Soundtrack yang tepat untuk postingan ini mungkin 100 years-nya Five for Fighting kali ya. Aku juga pernah posting catatannya di fb. Proses belajar seorang manusia idealnya ya seumur hidupnya. Artinya setiap momen dalam hidup kita seyogyanya dapat kita jadikan sebuah proses pembelajaran. Aku ingat betapa lugunya (lugu= Lutung Gunung) seorang Seto El Kahfi semasa SD. Ga terlalu lugu, malah kadang bandelnya minta ampun. Pada masa inilah aku mulai mengenal angka dan huruf, dan masa gelap prasejarah dalam hidupku berakhir saat aku mulai bisa membaca dan menghitung. Akhirnya……

Pernah ada seorang guru di smpku, beliau seorang senior di bidang matematika dan fisika. Namanya Pak Imam, perawakanya sangar, berwibawa. Omongannya padat, tapi santai. Ilmunya tak usah diragukan lagi. Jambangnya yang lebat menambah segan murid-muridnya. Gaya mengajarnya santai, tapi mengena. beliau seolah tahu celah dimana memasukkan materi-materi ilmu ke dalam otak murid-muridnya yang tumpul. Termasuk ane tentunya, hahahahahahaha…. Salah satu guru terbaik yang pernah mengajarku.

Hal yang kusesali semasa smp adalah bahwa bisa dibilang, aku tak punya dokumentasi apapun, huhhff😦 Mungkin insting narsisku saat itu belum muncul, :ngakak

Masa SMK tak begitu terngiang. Karena aku harus berpisah dengan sebagian besar teman-temanku yang memilih meneruskan ke SMA dibanding SMK. You know the reason lah…. Tapi tetap, banyak orang-orang yang sangat berjasa disana. ehhhhhhm, disini juga pertama kalinya aku menginjakkan kaki ke tanah Jogja (ndeso). Waktu itu aku mewakili lomba uji kompetensi tingkat karesidenan. Walalupun hasilnya mengecewakan, (rapopolah) yang penting dapat pengalaman berkesan.

Satu titik dalam relativitas waktu, aku terdampar di Tangerang. Sebuah bagian dari pemerintahan Provinsi Banten, di Negara Kesatuan Republik Indonesia (merdekaaa!!!!!). Disinipun aku masih belajar, diajar oleh dosen-dosen dan intruktur-instruktur terbaik dari BSI. Rasa keingintahuanku yang mendorongku mengambil langkah ini. Walalupun banyak juga yang memplesetkan BSi sebagai Bursa Suami Istri, wkwkwkw. Hushhhh, kalo emang dapet ya alhamdulillah aja (:ngarep, OOT dah…..)

Ok, serius lagi…….

Dari sekian banyak guru yang pernah memberikan pelajaran padaku, ada seorang guru yang paling berkesan, paling bijak, paling sukses dalam tugasnya. Dia tak pernah menteorikan kebijaksanaan, tapi dengan sukses mempraktekkannya. Beliau mempertemukanku dengan orang-orang yang kelak akan aku panggil sahabat, teman, pacar, rekan, klien, dan kata ganti-kata ganti yang lain. Dia menghadapkanku pada pilihan, tanpa memberi waktu banyak untukku memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan. Dia -dengan bangga- mengantarkanku ke puncak kejayaan. The glory of evermore. Dan dengan sadisnya menjerumuskanku pada jurang kekalahan yang memalukan. The gloomy of ruin. Manis pahit, baik buruk, tinggi rendah bergantian beliau ajarkan. Tak pernah aku menemukan guru sesempurna ini. Kehidupan….

Api yang menempa kita berbeda kawan, jangan tanya kenapa sudut pandang kita tak sama…

4 Tanggapan

  1. wah….siapa tuh????????????

  2. Kunjungan malam….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: