Tears, Regret and Indulgence

Cerita ini berawal dari sebuah Private message :cekpm dari seorang teman yang ga terlalu dekat. Cewek lho, jarang-jarang tuh ane dapet PM dari cewek :maho. She said she needs a friend to share for, about secret. Ouuw, misterius bener, ane sempet was-was tuh. Kayannya catatan kriminal ane bagus deh. Zero percent criminal track record :army:. Tapi dengan semangat mempererat tali persaudaraan, semangat The Good Person wannabe, semangat membantu sesama, dan semangat untuk memperbanyak wanita dalam hidup ane (:ngakaks) ane iyakan requestnya. Jam 3 sore di Metropolis Town Square. Galau, padahal ane jarang ke mall tuh :nohope:

Lihat Peta Lebih Besar
Yeah, d day has come! Oiya, karena ane lagi memperbaiki kedisiplinan -setelah malam sebelumnya telat berangkat kondangan- ane berusaha ontime tuh. Sempat kejebak macet di sekitar jalan Imam Bonjol, ane tiba di venue jam 3.10 kayanya, jam hape ane ga diset sih😀. Yap, yg punya hajat juga belum nyampe. Suruh ke depan K*C, lha ane aja ga tau sebelah mana tuh K*C, alhasil ane muter2 :bingung: dolo kaya orang bingung. Akhirnya ketemu oranya, :genit:, makan apa nih??? Beli float gocengan yang ternyata enakan es bubblenya bang Zen, nyari tempat duduk nemu2 di atas deh. Sesi konseling pun dimulai. Terengterengtereng… :tkp
Drama dimulai. Belum crita aja dia udah sesegukan gitu, tears in the edge of her eyes. Serius, ane trenyuh tuh, kayanya bakal berlinangan air mata nih… :mewek Sebelumnya ane kasih tau peran-peran dalam kisah ini. Cewek ini ceritanya mantan (ato masih pacar bingung juga ane) dari sahabat ane, teman seperjuangan yg pernah sekamar sama ane selama +/- 4 tahun. Sebut aja cewe ini Mun. Udeh, tokohnya ini doang :ngakak
Hubungan mereka -si Mun and temen ane- critanya lagi di ujung tanduk. Jangan tanya ane tanduk apa :marah. Mereka berdua terancam putus sekolah (lhooo???). Sebenernya poinya bukan masalah putusnya hubungan mereka, tapi problem yg ditinggalkan dari hubungan yang hampir kandas itu. Ane pake kata “hampir”, karena sampai saat ini kata si Mun belum ada ucapan “putus”. si Mun merasa sudah dimanfaatkan, dia sekarang merasa menjadi pribadi yang penuh dosa, bersalah, dan merasa dirinya kotor. Yeah, maaf, ini tentang sexual abuse. Dan saat itu juga air mata mengucur, drama mulai memasuki klimaks. Bertubi-tubi dia menghakimi diri sendiri, kebanyakan sayua diam, menatap matanya yang basah, mencoba mengingat-ingat kata-kata motivasi yang tersimpan rapi di kepala. Dan saat itu peran saya berubah, dari seorang teman menjadi seorang motivator, shelter, orang yang dipercaya untuk mendengar sebuah rahasia. Air matanya tak kunjung berenti, terus terang ane binung bereaksi, :bingung. Mendengarkan dengan seksama, cuma itu yang bisa saya lakukan, dengan sesekali menasehatinya bahwa dia bukanlah hakim, jadi jangan sekali-kali menghakimi, walopun itu diri sendiri.
Dan saat intensitas tangisnya naik, ane beranikan diri pegang tanganya, suerr deh ane iba. Saat itulah titik terdekat ane dengan seorang mahluk bernama perempuan, secara emosional. Ane kuat-kuatin dia. Mario Teguh, Andrea Hirata, mas Billy, Paulo Coelho semua keluar. Lumayan nenangain, si Mun mulai bisa kendaliin tangisnya. Anehnya di tengah-tengah tangisnya si Mun masih sempet becanda😀. :Thumbup. Salut ane.

Ternyata kalo kita pingin kenal seseorang itu kita harus masuk, menyelam, menggali, jauh, dalam, baru kita berhak menilai.

Resumenya adalah si Mun merasa sudah rusak gara-gara temen ane. Sebelum kenal or pacaran ma temen ane tu, si Mun cewek baik-baik (dan sekarang ane yakin juga masih baik-baik :D). Merka berdua sebenernya dah komit buat njalanin hubungan yang bersih, sesuai syariat😀 tapi ternyata si tengah jalan temen ane tuh ga bisa jaga diri (mayBe). Dan sekarang temen ane tuh ngindar dari si Mun, tanpa ada komunikasi.

95% gagalnya sebuah hubungan karena buruknya komunikasi ~ Oprah Winfrey

Hey Mun, mungkin ane belum bisa ngasi solusi yang real, tapi setidaknya ane bisa menjadi pendengar yang baik :malu Terimakasih udah ngasih kepercayaan kepadaku kawan :shakehand2

We have sinned, yes. Let’s purify our sin with the tear of regret and sorrow. Hope God gives us his indulgence

Semangat kawand!!!!

image from : http://dunia-adrie.blogspot.com/2010_04_01_archive.html

3 Tanggapan

  1. tulisannya bagus bang

  2. posting menarik..
    salam kenal

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: