Kekuatan Komunitas

Lagi asik ngublek2 forum bisnis di The Largest Indonesian Community , ane nemu postingan menarik, berbobot :kbgt: dan mungkin berguna bagi agan2 semua, cekibrottt _____:ngacir:

FR Gathering TA 6 Maret 2011

Halo salam kenal semuanya, memang saya baru n gak pernah komen apa2 di trit ini, selama ini cuma baca2 saja. Hari Minggu kemaren ikut gathering-nya jadi mo di share buat yang gak sempet dateng. Mungkin ada beberapa hal disini yang sudah pernah disampaikan berkali-kali tetapi menurut saya bagus sebagai reminder, karena seringkali kita suka kehilangan arah dan semangat disaat terjun dalam aktifitas atau bisnis kita.

Pembahasannya tidaklah secara sistematis tetapi hanya seperti sharing dan berbagi pengalaman.

Yang saya tangkap dari bro So cool dan JP:

Pertama-tama membicarakan masalah branding yourself. Bagaimana caranya, How…to define your passion (Bagaimana menentukan hasrat Anda). Kalo Anda sulit menemukan jawabannya, mungkin pertanyaannya bisa dibalik menjadi,”Apabila kamu mati, kamu ingin dikenal sebagai apa/siapa?
Apa yang ingin Anda capai? kalo bisa lebih spesifik dari sekedar ingin kaya atau sukses.

Menurut bro so cool, Branding yourself adalah bukan berapa banyak Anda mengenal orang akan tetapi berapa banyak orang yang mengenal Anda. Contohnya, Anda mungkin kenal dengan SBY tetapi apakah SBY mengenal Anda? Bila orang sekaiber SBY mengenal Anda berarti Anda adalah seseorang yang terkenal dan penting. Tempatkan posisi Anda sesuai dengan yang Anda inginkan.

Branding yourself juga berkaitan dengan pergaulan atau relasi. Bila kamu bergaul dengan pemabuk atau penjudi maka kamu akan menjadi pemabuk dan penjudi, walaupun tidak ikutan mabuk atau berjudi maka kamu tetap akan dicap sebagai pemabuk dan penjudi oleh orang2. Jadi setiap tindakan positif akan menarik hal-hal yang positif juga untuk terjadi dalam hidup Anda, begitupun sebaliknya. Maka dari itu setiap usaha yang akan di mulai haruslah disertai dengan itikad baik dan berasal dari hati jadi dalam pengerjaannya tidak menimbulkan rasa lelah dan frustasi. Perlu di ingat pula bahwa tiap kali Anda melakukan kebaikan hanya akan menghasilkan 1 orang yang bercerita mengenai kebaikan Anda, sebaliknya bila Anda melakukan suatu keburukan maka 1 orang tersebut akan menceritakannya pada 10 orang lainnya.

Bagi mereka berdua bisnis ibaratnya permainan, sesuatu yang baru dan menantang, perlu di gali dan dipelajari semakin dalam. Bila membaca buku atau memahami bisnis itu sulit, mungkin karena sebagian besar dari kita bukan bersekolah atau mempunyai background bisnis, maka cobalah memahami bisnis yang akan kita jalani atau yang sudah kita jalani dari kacamata dan pengalaman kita sendiri agar lebih mudah dimengerti atau kita cerna. Contohnya: bro JP memahami bisnis dari kacamata beladiri dan mengibaratkan bisnis sebagai perang.

Seperti halnya marketing mix mengenai 4P yaitu Product (produk), Price(harga), Promotion(promosi), Place(tempat/lokasi). Bro JP mengibaratkan produk sebagai infantri, pasukan yang bergerak paling depan. Produk dilengkapi dengan persenjataan dan amunisi yaitu Price, dalam menentukan harga haruslah jeli, dengan melihat pada siapa produk itu ditujukan. Bila untuk kalangan menengah bawah, atau musuh yang ringan tidak perlu membawa amunisi terlalu banyak karena percuma, di segmen ini yang utama adalah harga murah/ekonomis. Bila untuk kalangan menengah atas maka amunisi haruslah banyak alias harga lumayan tinggi, karena adanya service dan lainnya.

Lalu Promosi, promosi diibaratkan sebagai pasukan kavaleri yang dapat bergerak lebih cepat karena menggunakan kuda. Dengan promosi yang tepat akan dapat menjangkau masyarakat lebih luas, dan mereka tahu akan produk kita. Dan yang terakhir adalah Place, pilihlah tempat atau lokasi yang baik untuk memulai bisnis Anda, pelajarilah lingkungan sekitarnya serta kebiasaan atau kebutuhan masyarakat sekitarnya. Karena semuanya akan berhubungan dengan pengembangan bisnis Anda nantinya.

Bila Anda bingung memilih bisnis apa yang akan dijalani, cobalah lebih membuka mata dan pikiran, karena terkadang alam sudah menunjukan tanda2nya seperi awal mulanya bisnis bro JP karena melihat sepotong ranting kayu dengan tali.

Seperti yang bro So cool bilang,”Cobalah pulang kampung dan lihatlah ada bisnis atau UKM apa yang ada di daerah sana.” Anda dapat menemukan berbagai macam usaha yang mungkin belum pernah Anda dengar atau tahu sebelumnya. Dari situ mungkin Anda bisa mempelajari atau mengembangkan sebuah ide bisnis baru. Jadi pebisnis itu juga perlu memiliki etika, jangan main pukul2an harga. Memang dalam marketing itu terdapat berbagai macam cara, tetapi kita bisa memilih untuk tidak melakukan itu. Percayalah bahwa pasar selalu ada, Anda bisa menciptakan pasar, tidak perlu berebut untuk porsi yang sudah terlalu kecil.

Dalam melakukan bisnis atau membuat produk/jasa yang utama adalah apakah produk atau jasa yang ditawarkan apakah memiliki nilai tambah atau kontribusi bagi si pembeli atau si pemakai? Dan yang kedua adalah apakah barang dan jasa yang ditawarkan bersifat urgent atau tidak dengan kata lain apakah dibutuhkan atau tidak? Bila tidak urgent mungkin bisa dikondisikan menjadi urgent sesuai dengan sifat produk dan barang yang ditawarkan tersebut. Buatlah produk atau jasa itu sedemikina rupa sehingga bila orang tidak memakai produk atau jasa tersebut kesannya mereka bodoh sekali dan rugi. Contohnya: dalam bisnis bea cukai, bila orang tidak memakai jasa agen maka bodoh sekali orang itu karena melalui agen barang bisa keluar lebih cepat dan dengan biaya yang lebih murah.

Masukan dari So cool mengenai partnership bahwa aturan main harus jelas. Pembagian kerja dan masalah keuangan harus jelas. Bila tidak jelas akan berakibat buruk pada akhirnya. Bila Anda memproduksi barang (sepeti layaknya perusahaan besar) sebaiknya bagian produksi dipisahkan dengan bagian Quality Control/QC bila perlu dibuat agar berkonflik. Alasannya? Agar adanya persaingan dan peningkatan dalam proses produksi tersebut sehingga hasil akhirnya mutu produk semakin meningkat.

Bagian Marketing pun dipisahkan dengan bagian Keuangan agar lebih mudah melakukan monitoring-nya. Tidak memberikan kesempatan atau celah untuk melakukan kecurangan.

Dan dalam melakukan bisnis dengan partner harus memiliki proyek timeline, ibaratnya partner seperti kaki kiri dan kanan, bila irama kerjanya berbeda maka akan terjadi ketimpangan, tidak mungkinkan salah satu kaki menyeret yang lain.

Dan percayalah bahwa tidak ada jalan pintas dalam mencapai tujuan hidup Anda, semuanya melalui proses algoritma alias

Input —->Kondisi——-Yes–>Output
I I
I No
I I
<–Repetisi–<

Contohnya seperti membuat Roti, Input adalah bahan bakunya (Tepung, Gula, Telur, Ragi) semuanya dikondisikan sedemikian rupa sehingga menjadi adonan dan sisap dipanggang, setelah dipanggang hasilnya roti tidak mengembang/bantat. Bila hal ini terjadi haruslah ditelusuri dimana letak kesalahannya sehingga Output atau hasil akhirnya tidak sesuai. Setelah itu dilakukanlah repetisi dengan perbaikan sehingga Output yang diharapkan tercapai,proses ini terjadi berkali-kali dan berulang2. Hanya saja Anda jangan terjebak dalam melakukan kondisi dan repetisi terus menerus, ada saatnya Anda menentukan atau mebuka mata (jujur pada diri sendiri) bahwa ada juga bisnis yang sudah tidak layak untuk diteruskan.

Lakukanlah sesuatu walaupun hanya iseng, seperti awal mulanya bisnis cokelat bro So cool yang hanya berawal dari ide iseng melakukan gathering sesama penyuka cokelat dan kebiasaan dia untuk selalu membuat jurnal atau catatan. Lalu catatan tersebut diberikan pada produsen cokelat yang di uji tersebut, berlanjut dengan gathering lainnya malah dengan disponsori oleh produsen cokelat tersebut. Yang pada akhirnya bro So cool bisa berjualan cokelat ini kemana-mana. Pada awalnya pun dia tidak tahu dan tidak punya niatan untuk mencari uang pada saat melakukannya, dia melakukannya hanya karena dia memang suka makan cokelat. Prinsipnya bro So cool adalah biarkan uang yang mencari saya, bukan saya yang mencari uang, karena uang hanyalah benda. Jadi tentukan secara spesifik akan apa yang ingin Anda laukan atau capai dalam hidup ini.

Waktu bro So cool ditanya bagaimana bisa mendapatkan bisnis dimana2? Jawabannya adalah “Saya orang yang beruntung.” Jawaban yang sama ketika ditanyakan pada bro JP. Pada awalnya mungkin kedengarannya sombong, tapi tahukah Anda bahwa keberuntungan itu tidak datang dengan sendirinya.

Formulasi dalam keberuntungan adalah kondisi dimana kita mempersiapkan diri dan menciptakan peluang. Mempersiapkan diri adalah menambah skill atau kemampuan dalam diri kita, gali dan gali lagi, kalo perlu berbagai macam bidang seperti bro So cool (karena memang dia suka belajar macam2). Setelah kemampuan dianggap sudah mumpuni maka mulailah mencari koneksi atau relasi sehingga orang tahu bahwa kita mempunyai kemampuan. Setelah itu buktikanlah bahwa Anda memang mempunyai kemampuan dengan cara mau dinilai oleh orang lain, baik itu hasilnya buruk atau bagus.
Original post by koem2x

Bagi yang mau cek tkp ________ :ngacir2

Cuma pingin sharing aja gan, hehe, maaf kalo tidak berkenan, :toast dulu dong biar ngga slek😀

Satu Tanggapan

  1. […] intelektual, tidak perlu ongkos produksi tinggi, tapi dihargai tinggi, #sotoy. Walaupun banyak situs komunitas online yang sering para membernya memberikan atau sharing ebook secara sukarela, tapi ebook yang dijual […]

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: