Tentang Satu Bulan Yang Telah Berlalu #3

Kesetiaan itu sesuatu yang perlu dibuktikan. Dan pembuktian itu memerlukan waktu yang lama, tak cukup tiga purnama

sebuah kontinuitas dari postingan ini: Tentang Satu Bulan Yang Telah Berlalu #2 

Pertama kali kenal olahraga sepak-menyepak bola, umurku saat itu baru belasan. Belasan awal, yaitu 10, 11, 12 atau 13 tahun saat saya masih duduk dibangku smp, SMP N 3 Kebumen🙂. Saya ingat persis pertama kalinya saya membeli sebuah poster klub sepakbola. Saat itu adalah akhir musim kompetisi Serie-A Liga Italia, dengan AS Roma muncul sebagai peraih scudetto atau gelar juara. Dan otak polos saya (polos tentang sepakbola) langsung jatuh cinta sama klub ini. Karena yang pertama datang, akan selalu menggetarkan. Ya, mulai saat itu saya punya sebuah klub yang anak-anak seusia saya bilang ‘klub jagoan saya’. Dan tak lama, kamar saya terisi sebuah poster. Romanisti baru lahir.

Tentang AS Roma, saya terkesan pada sang kapten, Francesco Totti. Beersama Vincenzo Montella dan Gabriel Batistuta, bertiga mereka menjadi trisula mematikan di Liga Italia musin 2000-2001. Dengan ban kapten di lengan, Francesco Totti menjadi pemain jangkar dan memimpin skuad AS Roma yang kala itu diasuh Fabio Capello merebut scudetto dari rival sekota, SS Lazio.

Pemain kelahiran Roma, 27 September 1976 ini mengawali debutnya bersama klub kebanggaan ibukota Italia pada 1993.  Sejak awal karir profesionalnya, Totti tak pernah berpindah klub. Sempat diisukan akan hengkang ke Santiago Bernebeu markas Real Madrid, Totti membuktikan kesetiannya pada klub yang telah membesarkannya. Hingga dia memecahkan rekor sebagai pemain yang paling banyak membela AS Roma.  Kesetiaanya dibayar dengan disematkannya ban kapten di lengan kirinya setiap kali membela klub berjuluk I Giallorossi.

Kesetiaan seperti itu hanya ada pada orang-orang dengan integritas untuk senantiasa berbuat yang terbaik untuk orang-orang yang mempercayainya. Mereka lebih menghargai proses ketimbang hasil, karena mereka sadar, bahwa membuktikan sebuah kesetiaan itu tidak cukup tiga purnama. Mereka selalu ada, di setiap purnama di sisa hidup mereka, mendampingi yang percaya, memberi yang terbaik untuk yang di cinta.

Baru tiga purnama 🙂

3 Tanggapan

  1. memberi yang terbaik untuk yang di cinta.
    sukaa sama kata2 yang ituh

  2. gan ….. ane pengen jd pengen ngeblog lagi neh………….:hahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: