KamSeUPay!!!

Kamseupay, kamseupay!

Akhir-akhir ini saya sering membaca status orang-orang di facebook saya, yang isinya kata aneh di atas. Pertama membacanya sih biasa saja, melihatnya berkali-kali yang menumbuhkan rasa penarasan😀. Bukankah cinta juga seperti itu, datang karena terbiasa? Jalaran saka kulina??. Cinta bisa tumbuh karena seringnya menghabiskan waktu bersama. Maaf-maaf OOT, masih terbawa suasana🙂.

Kembali ke kamseupay. Sebenarnya ini adalah tagline iklan dari salah satu provider Indonesia, yang saya juga pakai produknya. Mungkin gara-gara jarang nonton tivi, saya belum sempet mendapatinya di layar kaca. Sepertinya Indonesia memang negeri yang suka heboh. Tidak butuh waktu lama untuk kata-kata ini menjadi setenar Shinta Jojo ataupun Briptu Norman. Di twitter, banyak yang berkicau tentang arti kata ini. Di google suggest (kata yang muncul otomatis saat kita mengetikkan kata kunci di kolom search google) juga banyak variasi keyword untuk kata aneh ini. Memang rasa penasaran bisa membunuh, ahahaha.

kamseupay on google suggest

kamseupay on google suggest

Khusus kaum muda-mudi, abg, baik yang labil maupun yang sudah stabil, pengguna media sosial Twitter terutama, atau facebook pada umumnya, dan sepertinya tidak berlaku untuk pengguna Google+, kebanyakan ribut mencari tahu soal arti kata tersebut. Kalau lewat twitter bisa menggunakan hashtag #kamseupay , kalau di kaskus mungkin dengan cara disundul😀. Mereka yang sudah tahu artinya lantas jadi sering membubuhkan kamseupay pada kicauan-kicauan mereka. Inilah efek dari word of mouth, sayangnya untuk hal yang tidak penting. Dan menjadi lebih tidak penting saat saya mempublish tulisan ini

Sebenarnya apa makna kata kamseupay ini?

Menurut berbagai sumber di internet, sejarah kata ini sampai muncul menjadi trending topic berawal dari tulisan seorang Marissa Haque ( baca: Marissa Haq, dulu saya bacanya Marissa Haque, ya Haque, persis seperti kita mengucapkan kata kue :P). Pada awal tahun 2012, istri dari Ikang Fawzi ini memposting di blog pribadinya, yang memancing kontroversi. Bagi yang sering mantengin acara gosip mungkin masih ingat kasus antara Marissa Haque dengan keluarga Adi M.S. Nah dari situlah hikayat kamseupay dimulai. Dan dikarenakan ini bukan acara gosip, pembahasan tentang kasus itu tidak akan di teruskan.

Istilah ini -menurut sejarah kamus gaul Indonesia- kerap digunakan di era tahun ’70-an, sebelum sekarang diadaptasi lagi menjadi istilah gaul masa kini. Sekilas bahasa ini diturunkan dari “kamse” yang memang kepanjangan dari “kampungan sekali”; sama seperti “norse” (norak sekali), “jorse” (jorok sekali), dan “se-se” lainnya yang sebangsa dengan ledekan atau ejekan. Kalau saya bilang, ini mah bahasa lekong boooo.. Katanya, sih, bahasa “se” ini memang kasar. Kalau dengan tambahan sufiks alias akhiran –upay, pertamax memang dari tulisannya tante Marissa Haque.

Arti kamseupay, mungkin lebih tepatnya kepanjangannya, pada dasarnya adalah sebuah ungkapan atau istilah yang bermaksud untuk mengejek. Kata ini berasosiasi dengan sifat norak atau kampungan. Ada yang sudah bisa menebak apa kepanjangannya? yah, kamseupay adalah: “Kampungan sekali, uh, payah!” Terkesan maksa banget kan, ahahaha. Weird.

Inilah Indonesia. Rumah bagi segala bentuk keanehan yang mungkin tidak akan ditemui oleh manusia-manusia modern di negara maju. Nah, karena orang Indonesia memang suka dengan istilah-istilah gaul nan lucu seperti ini, muncullah iklan IM3 anti galau versi kamseupay. Bisa dibilang iklan ini yang membuat anak-anak muda sekarang heboh dan kepo (apalagi nih kepo???) soal arti kamseupay. Sepertinya kamseupay mengikuti jejak kesuksesan ayu tong-tong dan kawan-kawan.

Kebenaran adalah kebohongan yang di ulang-ulang seribu kali – Adolf Hitler

3 Tanggapan

  1. Yg natural ntu justu yg skrng bnyk di cari.

    yg bkin Iklan g mikir smpe kstu tuh Mas.

  2. kampungan sekali udik payah😛
    ada lagi yg bilang, kampungan sekali uuhh payah. huehehehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: