Sekolah Belajar Forex Indonesia

Sekolah Belajar Forex Indonesia – Forex merupakan sebuah instrumen investasi yang berdasar pada transaksi jual beli mata uang asing negara-negara maju. Transaksi yang berlangsung melingkupi wilayah seluruh dunia, artinya, transaksi berjalan 24 jam sehari. Hal ini karena teori bumi itu bulat, dan berotasi pada sumbunya :D. Selanjutnya, mari kita bahas lebih lanjut apa itu forex.

logo forex biru

Ini adalah logo forex berwarna biru

Baca lebih lanjut

MOMENTUM, Rahasia Sukses

By Billy Boen

Kalau mau sukses, pertama anda harus tahu apa yang mau dicapai. Setelah itu, lakukan perencanaan, dan ‘just do it’.

Seringkali, di berbagai seminar saya ditanya, “Mas, gimana caranya untuk ngga berasa malas? Untuk memotivasi diri?” Ada juga yang bertanya, “Mas, kadang kita punya ide, trus pas ngejalanin,… di tengah jalan jadi malas. Kenapa ya?”

Nah, dari awal tahun 2011 ini, campaign yang saya dengungkan adalah “MAKE IT HAPPEN”. Apa artinya? Saya ingin mengajak anda (dan diri saya sendiri juga) untuk merealisasikan apa yang anda (dan saya) mau capai selama ini, di tahun ini!

Apa hubungannya pertanyaan-pertanyaan di atas dengan campaign ini? Jelas erat! Untuk ngga malas, untuk selalu memiliki motivasi yang tinggi dan pas ngejalanin bisa terus sampai selesai, itu adalah proses di dalam “MAKE IT HAPPEN”, menjadikan ide/target menjadi suatu kenyataan.

Gimana caranya?

Gunakan momentum! Biasanya, ketika punya ide, kita merasa excited. Trus kita mulai merencanakan gimana-gimananya. Mencoba untuk research kecil-kecilan. Ketemu dengan banyak orang, minta pendapat, baca buku, dan lain-lain. Begitu ‘semua’ sudah terkumpul dan punya pede yang cukup, baru mulai do it.

Ngga ada yang salah dengan step-step di atas. Tapi yang ngga disadari banyak orang adalah, mereka melakukannya terlalu lama! Saya kalau punya ide, dapat inspirasi apa yang mau saya capai… saya langsung tulis apa yang saya pikirkan. Mencoba brainstorming sendiri. Besokannya harus sudah ada langkah kongkret. Sembari mengambil langkah awal (langkah awal tidak akan pernah berakibat fatal, namanya juga langkah awal), saya terus merencanakan langkah-langkah selanjutnya.

Secara psikologis, manusia itu bosenan. Jadi kalau ada 1 ide,… ngga dimulai-mulai, lama-lama Agan akan berasa bosen, apalagi pas lagi proses perencanaan mulai ditemukan hal-hal yang membuat ide tersebut ngga secermelang yang diperkirakan diawal, terlebih lagi, kalau ternyata ngga segampang yang dipikirkan. Mulai jalaninnya juga udah dengan rasa malas, rasa susah.

Jadi, kuncinya… gunakan momentum! Ketika datang ide, lakukan secepat mungkin proses-proses awal perencanaannya. Langsung ambil langkah awal, sambil memikirkan langkah-langkah selanjutnya… selagi masih excited!

Pemikiran saya inilah yang membuat banyak orang berpandangan kerja saya CEPAT. Kalau anda bisa kerja dengan cepat, maka dalam suatu periode, anda pun akan bisa menyelesaikan (mencapai) lebih banyak hal dibandingkan orang lain. Kalau banyak yang bisa anda hasilkan,… dan secara terus menerus, ya berarti anda akan memiliki chance untuk sukses lebih besar.

Gunakan momentum!

Source : http://www.kaskus.us/showthread.php?t=7747875

Kekuatan Komunitas (part 2)

Campaign!!! Bukan cuma politisi, kita juga perlu kampanye. Tidak hanya untuk mempromosikan produk atau jasa dalam kaitanya dengan ekonomi, tapi juga untuk mempromosikan diri kita. Hehe, masalahnya saya juga lagi kampanye ni blog, alhamdulillah masuk 100 besar Kompetisi Blogger Banten . Mulai dari temen fesbuk, temen ngeblog, sampe temen temenan (apa coba??). Nah pas lagi asik kampanye sambil ngaskus, nemu deh ni artikel, mungkin bermanfaat:

@all

trims sudah datang ke TA dan meluangkan waktu untuk ketemuan.

@bro so cool

agan yang ini sungguh luar biasa dan bertangan dingin, mulai dari 4 SD naluri bisnisnya sudah terasah dengan beternak cupang, lobster air tawar, arowarna dan ternak-ternak lainnya (bayangkan kalau ternak kecoa 😀 :malu:)

Apapun yang disentuhnya pasti beranak pinak dan berkembang biak :p – becanda gan :malu: Naluri bisnisnya telah diasah dari kecil dan selalu berani mencoba.

Pengalaman malang melintangnya banyak, mulai dari usaha Baca lebih lanjut

A Dialogue

Pulang dari kampus tadi aku mampir ke warung burjo langganan di daerah Dumpit. Sudah cukup lama aku ga mampir, juga perut agak keroncongan. Karena uang tinggal 3000, jadilah aku mampir. Hehmm, mas2 yang jualan masih ramah, mungkin ini yang membuat warungnya lumayan ramai, setidaknya dibandingkan saingannya -warung sebelah- yang juga menjajakan bubur kacang ijo.
Yah, keramahan, memanusiakan manusia. Demi melihatku, sang mas2 menyungging senyum. Ku balas dengan sapaan (sok) akrab. Akhir-akhir ini aku sedang belajar untuk menjadi orang yang menyenangkan, :).

Akupun memesan satu mangkuk penuh, yang langsung dibalas dengan anggukan, dan (sekali lagi) senyuman. Memang menyenangkan melihat orang tersenyum. Senyum yang tulus tentunya. Kalau ingat kalimat ini, saya jadi sangat terpukul saat ada yang bilang saya jutek, :(. Walaupun aku tak tahu pasti apa artinya, tapi kedengaranya seperti hal yang tidak baik. Lain kali aku akan cerita banyak tentang tema ini, hehehe..
Hidangan siap, dan langsung kusantap. Dengan lahap, Baca lebih lanjut

Sergey Brin, Pengetahuan dan Pencerahan

Sergey Brin, salah satu pendiri Google, yakin bahwa pengetahuan selalu merupakan hal baik-dan (karena itu) mestinya ada lebih banyak lagi pengetahuan yang bisa dibagi (The Economist, Enlightenment Man, 6-12/12)

Sebagai salh satu pendiri perusahan internet terbesar di dunia (Google), Sergey Brin adalah sosok yang besar pengaruhnya, selain sebagai salah satu orang terkaya amerika.

Belum lama ini muncul kisah tentang sosok kelahiran Moskwa 35 tahun silam yang ahli matematika ini. Tanggal 18 September 2008 ia meluncurkan blog pribadi di too.blogspot.com. Dalam posting pertama, Brin-seperti dilaporkan Michael Arrington di situs Techcrunch- tampak bercanda. Namun, dalma posting kedua, ia terdengar serius. Ia bicara tentang perusahan 23andMe (yang salah satu pendirinya adalah istrinya, Anne Wojsiski). Menurut perusahaan yang bergerak dalam riset DNA ini, ia punya mutasi gen yang terkait dengan penyakit perkinson (G2019S). Denga itu, Brin termasuk orang yang bisa terena parkinson.

Tetapi, laporan kali ini bukan untuk membahas kemungkinan Brin terkena parkinson, melainkan untuk mengupas sikap dan pandangannya tentang keterbukan informasi dan pengetahuan. Hal ini ia sampaikan dalam Konferensi Zeitgeist yang diselenggarakan Google. In ilah pertemuan eksklusif bagi kaum inteligensia. (Zeitgeist, dari Bahasa Jerman, zeit “‘waktu’ dan geist ‘semangat’. Secaram harfiah berarti “semangat zaman”, ungkapan ini menguraikan suasana keintelektualan, keberbudayaan, moral, etik, iklim politik suatu zaman.)

Di forum ini, mereka yang dikenal sebagai “pemimpin pikiran” (thought leaders) duni berkumpul selama dua hari untuk membicrakan upaya menemukan jalan keluar bagi problem dunia palilng berat dengan menerapkan nilai-nilai penalaran dan sains pencerahan yang didukung oleh Google.

Dalam kaitan penemuan 23andMe, salah seorang pertemuan Zeitgeist menanyakan, apakah mengetahui dirinya berpotensi terkena parkinson baik atau tidak bagi Brin. Dalam satu hal, orang mengatakan “tidak tahu itu merupakan berkah”. Bukankah setelah Brin tahu tentang gen perkinson, ia akan hidup dilanda kecemasan? Baca lebih lanjut

Artikel ini dilacak oleh Dell!

Di beberapa artikel lalu, pernah kami ceritakan mengenai cerita seorang blogger narsis yang meneror Dell lewat situsnya Dell Hell. Michael Dell, sebagaio pendiri Dell sempat kalang kabut. Ketika itu Michael mengatakan,

“Lebih baik orang-orang bercerita tentang kita, baik atau buruk, di dalam ‘rumah’ kita sendiri, ketimbang ditempat lain.”

Itu pemikiran awal yang sekiranya mendasari alasan kenapa Dell membuat berbagai macam platform (direct2dell, ideastorm, dan lain sebagainya) untuk komunitas mereka. Langkah itu pula yang menandai transformasi praktek customer management di Dell dari yang tadinya hanya didukung oleh sistem one-to-one CRM yang apik, kini bergerak ke customer management yang lebih berorientasi pada komunitas.

Platform atau wadah untuk komunitas tersebut juga menandai langkah drastis Dell untuk berubah dari vertikal ke horizontal, dimana mereka tak lagi ingin dicap sebagai perusahaan yang angkuh, melainkan sebagai perusahaan yang ingin senantiasa mendengar dan terjun ke komunitas untuk diajak kolaborasi dalam proses penciptaan nilai pemasaran.

Michael Dell seakan ‘parno’ dengan insiden memalukan seperti Dell Hell tersebut, sehingga harus menyewa beberapa konsultan sosial media yang secara spesifik bertugas untuk melacak segala percakapan di dunia maya yang berhubungan dengan Dell. Jadi, contohnya, ketika artikel ini (dan artikel-artikel sebelumnya yang bercerita tentang Dell) dimuat di kompas.com, secara otomatis  akan terlacak di kantor Dell dan terukur nilai sentimen serta impact-nya bagi Dell dan konsumen-konsumen lain. Hebat bukan? Ternyata di Dell, langkah continuous improvement bukan Baca lebih lanjut

17 Prinsip Kesuksesan Menurut Napoleon Hill

Lewat bukunya yang berjudul Think and Grow Rich, nama Napoleon Hill begitu populer. Jutaan orang di dunia tidak hanya terinspirasi oleh buku tersebut, juga termotivasi untuk mengembangkan diri demi meraih kesuksesan yang tidak hanya diukur dengan uang atau pun materi sekalipun.

Penulisan buku tersebut merupakan inspirasi dari Andrew Carnegie yang mengajarkan formula rahasia kesuksesan kepada Napoleon selama bertahun-tahun. Seperti diketahui Carnegie tidak hanya seorang multijutawan, tapi ia juga membuat ratusan orang menjadi jutawan, yaitu mereka yang telah menerima “rahasia kesuksesannya.”

Berikut 17 prinsip yang dipegang teguh oleh Hill untuk mencapai kesuksesan:

1. Kejelasan tujuan. Kejelasan tujuan adalah awal dari semua prestasi. Tanpa tujuan dan rencana, perjalanan hidup seseorang akan terombang-ambing.

2. Grup pola pikir. Grup pola pikir terdiri dari dua atau lebih pikiran yang bergerak harmonis, bertujuan untuk meraih suatu objek.

3. Keyakinan. Keyakinan adalah hasil pikiran yang menggerakkan harapan, semangat, rencana dan tujuan, yang kemudian menciptakan tindakan. Baca lebih lanjut