Piaraan Pantai

Aku mengenal sungai, setua bumi, sedekat urat nadi. Di dadaku, udang dan ganggang masih silang terkembang. Tapi, jauh di bawah pusar, tempat laut dalam tak sadar, seorang lelaki berjubah lunglai membungkuk, mencucup lubang gaib, dimana senja mengintip, mirip singa buta, penunggu Sungai Tua. Sedang, di sekelilingnya, angsa-angsa mengerami mimpi, seperti menggarami pandangku dengan bunyi bibit … Lanjutkan membaca Piaraan Pantai

Iklan

Pasir Terukir

Siapa suka mengukir pasir, akan sampailah ia ke pinggir: tempat dimana burung-burung tak (lagi) takut terkurung, dan perahu pemburu tersangkut di puncak kabut: mungkin itu rumah senja, mungkin sarang bianglala, tapi apa bedanya? Seorang tualang bukan juru peta, dan kitab angin yang dikhatamnya, adalah rangkaian cinta dari codot-codot yang terus setia, tanpa rumah.   A … Lanjutkan membaca Pasir Terukir

Layar Sepijar

dia setabah jantung cahaya, berlayar dari bunga ke luka. Dia hanya mata Bangka, terhunus terus ke tengah, seolah memenuhi panggilan pembawa warta, dan lambaian rahasia. Sementara, malam telah menarik segala satwa, hingga sepi leluasa memilikinya, seperti satu gigi yang tinggal di mulut Gerhana. A Muttaqin, 2008