Dihantui Rasa Bersalah (lanjutan Marion Jones)

Marion Jones

Marion Jones

Bukan semata teladan kejujuran dan sportivitas yang ditunjukkan Jones sehingga ia tetap menjadi orang “besar” di tengah keterpurukannya. Dalam wawancara dengan Oprah, Jones mengaku, ketenaran dan kekayaan tidak memberinya kebahagiaan karena selalu dihantui rasa bersalah.

“Hal terberat dalam pengakuan saya adalah, mengetahui bahwa orang tahu, Jones adalah manusia biasa, dengan segala kekurangan dan kelemahannya,” ujar Jones.

Lepas dari penjara, Jones juga mengaku lebih menghargai hal-hal kecil dalam hidupnya, terutama melakukan apapun sesuai kehendaknya. “Di penjara, hidup kita diatur oleh pemerintah. Bangun tidur harus melakukan ini itu sesuai perintah. Semua orang diperlakukannya sama, tidak peduli siapa, termasuk Marion Jones,” ujar Jones. Bagi Jones, pengakuan dan hukuman kurung badan yang mengakhiri kariernya di lintasan atletik adalah puncak dari tuduhan-tuduhan penggunanaan doping yang diterimanya, bahkan ketika ia mulai merintis karier di bangku SMA. Saat mantan suaminya, CJ Hunter, terbukti menggunakan doping dan dilarang tampil di Sydney 2000, Jones mati-matian berkilah bahwa ia tetap atlet yang bersih dari doping. Malah, Jones pernah menyatakan, perceraiannya dengan CJ Hunter disebabkan ia tak ingin citranya sebagai atlet bersih dinodai oleh kasus doping mantan suaminya itu.

Pada sepanjang kariernya sejak masih berlari untuk Universitas North Carolina, Jones memang dekat dengan orang-orang dalam bisnis doping. Selain dengan CJ Hunter, Jones kemudian menikah dengan sprinter Tim Montgomery, yang juga terlibat skandal doping. Kini Jones tak lagi berlari dan jauh dari genmerlap kemewahan, tetapi hidup bahagia dengan Monty, Demir, dan suami ketiganya, Obadele Thompson. Sementara di seluruh dunia, doping masih menjadi musuh utama dunia olahraga dan memakan korban atlet-atlet top dari cabang-cabang populer, terutama atletik, renang, balap sepeda, dan bisbol. Konspirasi antara pemasok obat-obatan, pelatih, dokter dan atlet membuat dunia olahraga tak pernah sepi dari skandal doping.

Anton Sanjoyo

Iklan

Marion Jones

marion-jonesOleh Anton Sanjoyo

Dari balik jeruji penjara, Marion Jones menulis sebaris kalimat ini ; “Anakku, ibu minta maaf karena untuk sementara tidak berada di samping kalian. Ibu berada di suatu tempat yang disebut penjara. Ibu harus berada di tempat ini untuk kesalahan yang ibu buat pada masa lalu. Ibu telah berbohong karena takut akan mengubah keadaan kita. Ibu minta maaf untuk hilangnya waktu tak ternilai bersama kalian. “

Saat membacakan kembali surat-suratnya yang diberi judul “Surat untuk Anak-anak” itu di hadapan Oprah Winfrey, air mata Jones kembali meleleh, persis seperti ketika ia menuliskannya di penjara Carswell, Texas.

Marion Jones adalah mantan atlet top AS. Namanya meroket setelah merebut lima medali, diantaranya emas Olimpiade Sydney 2000. Perempuan kelahiran Los Angeles, 12 Oktober 1975 itu menjadi ratu sejagad. Wajah jelita dan tubuh aduhainya menghiasi sampul majalah tenar, di antaranya Sports Illustrated, Time dan Vogue.

Tujuh tahun setelah sukses di Sydney, Jones mengaku menggunakan steroid sebelum Olimpiade Sydney. Ia lantas mengembalikan seluruh medalinya kepada Komite Olimpiade Internasional (IOC). Badan Anti Dopping AS (USADA) kemudian menjatuhkan sanksi dua tahun dan membatalkan semua catatan prestasi serta hadiah yang didapat Jones selepas 1 September 2000. Pada 5 Oktober 2007, Jones secara resmi dinyatakan bersalah telah berbohong kepada agen federal dalam serangkaian penyelidikan doping selepas Sydney 2000. Jones, yang dijatuhi hukuman penjara selama 6 bulan, pada hari itu juga menyatakan mundur dari dunia atletik. Jones mulai menjalani hukumannya di Carswell pada 7 Maret 2008 dan dibebaskan pada 5 September 2008. Baca lebih lanjut