Sajak Orang Lapar – W.S. Rendra

kelaparan adalah burung gagak yang licik dan hitam jutaan burung-burung gagak bagai awan yang hitam o Allah ! burung gagak menakutkan dan kelaparan adalah burung gagak selalu menakutkan kelaparan adalah pemberontakan adalah penggerak gaib dari pisau-pisau pembunuhan yang diayunkan oleh tangan-tangan orang miskin kelaparan adalah batu-batu karang di bawah wajah laut yang tidur adalah mata … Lanjutkan membaca Sajak Orang Lapar – W.S. Rendra

Iklan

Sajak Sebatang Lisong – W.S. Rendra

menghisap sebatang lisong melihat Indonesia Raya mendengar 130 juta rakyat dan di langit dua tiga cukung mengangkang berak di atas kepala mereka matahari terbit fajar tiba dan aku melihat delapan juta kanak - kanak tanpa pendidikan aku bertanya tetapi pertanyaan - pertanyaanku membentur meja kekuasaan yang macet dan papantulis - papantulis para pendidik yang terlepas … Lanjutkan membaca Sajak Sebatang Lisong – W.S. Rendra

Kupanggil Namamu – W.S. Rendra

Sambil menyeberangi sepi kupanggil namamu, wanitaku. Apakah kau tak mendengarku? Malam yang berkeluh kesah memeluk jiwaku yang payah yang resah kerna memberontak terhadap rumah memberontak terhadap adat yang latah dan akhirnya tergoda cakrawala. Sia-sia kucari pancaran sinar matamu. Ingin kuingat lagi bau tubuhmu yang kini sudah kulupa. Sia-sia. Tak ada yang bisa kujangkau. Sempurnalah kesepianku. … Lanjutkan membaca Kupanggil Namamu – W.S. Rendra

Sajak Orang Kepanasan – W.S. Rendra

Karena kami makan akardan terigu menumpuk di gudangmuKarena kami hidup berhimpitandan ruangmu berlebihanmaka kami bukan sekutuKarena kami kuceldan kamu gemerlapanKarena kami sumpekdan kamu mengunci pintumaka kami mencurigaimuKarena kami telantar di jalandan kamu memiliki semua keteduhanKarena kami kebanjirandan kamu berpesta di kapal pesiarmaka kami tidak menyukaimuKarena kami dibungkamdan kamu nyerocos bicaraKarena kami diancamdan kamu memaksakan kekuasaanmaka … Lanjutkan membaca Sajak Orang Kepanasan – W.S. Rendra

Balada Penyaliban

Yesus berjalan ke Golgota disandangnya salib kayu bagai domba kapas putih. Tiada mawar-mawar di jalanan tiada daun-daun palma domba putih menyeret azab dan dera merunduk oleh tugas teramat dicinta dan ditanam atas maunya. Mentari meleleh segala menetes dari luka dan leluhur kita Ibrahim berlutut, dua tangan pada Bapa: - Bapa kami di sorga telah terbantai … Lanjutkan membaca Balada Penyaliban